“You can’t manage what you can’t measure”. Kalimat yang dikemukakan oleh Edwars Deming dan Peter Drucker ini sangat relevan dengan era “Big Data” yang kita hadapi saat ini. Era Big Data ditandai oleh meningkatnya 3V (Volume, Velocity, Variety) dari data digital. Volume data digital terus meningkat secara signifikan karena hadirnya sejumlah sumber data baru seperti RFID (Radio Frequency Identification) dan social media. Menurut Harvard Business Review edisi bulan Oktober 2012, saat ini terdapat 2,5 exabytes data yang tercipta di seluruh dunia setiap harinya. Jumlah tersebut akan berlipat ganda setiap kurang lebih 40 bulan. Variasi data digital juga terus bertambah dengan 85% diantaranya merupakan data yang tidak terstruktur. Selain itu kecepatan peredaran data digital juga terus berkembang seiring tuntutan bagi setiap institusi untuk dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang diperbaharui secara real-time. Situasi ini menghadirkan kebutuhan baru bagi setiap organisasi akan sebuah instrumen pengelolaan database yang mampu membantu mereka untuk mengkonversi Big Data menjadi insight yang berharga untuk bisnis. Untuk lebih jauh memahami tentang Big Data, rekan-rekan dapat membuka tautan ini serta mengikuti live webcast tentang Big Data yang akan diselenggarakan pada 19 Februari 2013.

Menyongsong era Big Data, Microsoft selama beberapa dekade terakhir secara intensif telah melakukan serangkaian penelitian yang hasilnya siap untuk diimplementasikan dalam berbagai produk Microsoft. Untuk detil terkait hal ini, rekan-rekan dapat membaca artikel ini. Microsoft telah siap untuk hadir dengan solusi end to end dalam proses mengelola dan memperkaya database serta mengubah data menjadi insight bisnis yang berharga (manage, enrich, gain insight). Sebagai bagian penting dari solusi ini, Microsoft memiliki SQL Server 2012, versi terakhir dari SQL Server, sebagai solusi pengelolaan database. Fitur-fitur unggulan SQL Server 2012 mendukung terciptanya organisasi yang memiliki mission critical confidence, kemampuan mengubahdata menjadi insights yang berharga untuk bisnis melalui self-service BI dan memberikan kemudahan bagi organisasi untuk mengimplementasikan hybrid skenario

Lebih jauh tentang produk SQL Server 2012, dapat rekan-rekan lihat pada portal ini. Rekan-rekan bisa mengunduh service pack nya, rekan-rekan dapat membuka tautan yang ini. Selain itu, jika ada di antara rekan-rekan yang merupakan professional di bidang business analytics, daftarkan diri Anda untuk menjadi bagian PAAS Business Analytics Conference yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat pada 10-12 April mendatang. Tertarik? Dapatkan informasi lebih detil tentang konferensi ini, pada tautan berikut ini.